Kenapa Daycare ?

Home / Artikel / Kenapa Daycare ?
Mengenal Tanaman
Mengenal Tanaman

 

Pagi yang cerah ini kita akan berbagi pengalaman tentang kenapa daycare ? ya, kenapa harus ada daycare sebagai mitra pengasuh anak. Siapapun pasti ingin memiliki anak yang taat beribadah kepada allah dan taat kepada kedua orang tua, sehat, cerdas, hebat, manfaat. namun saat ini ketika status ‘ibu bekerja’ sudah menjadi hal yang lazim, lalu bagaimana pengasuhan anak-anak pada saat ibu bekerja ?

hadirnya daycare ditengah masyarakat indonesia saat ini setidaknya dapat membantu para ibu bekerja untuk mengasuh anak-anaknya sesuai dengan tahap perkembangan. Para pengelola daycare yang memiliki niat positif untuk menjadi partner ibu dalam mendidik dan merawat putra-putri tercinta. Ketika anak berada di daycare,ia belajar untuk mandiri. Belajar makan sendiri,belajar mengambil barang mainan atau keperluannya sendiri, tentunya dengan pengawasan dan arahan dari ‘ibu guru daycare’. Biasanya kalau anak bersama dengan nenek atau pengasuh di rumah akan cenderung lebih manja, karena nenek/pengasuh ingin selalu anak-anak “anteng”. Padahal, melatih kemandirian anak sejak dini akan berdampak positif bagi anak dan juga orang tua itu sendiri.

Selain kemandirian, anak-anak daycare akan terlatih kemampuan sosialnya, karena ia harus berbagi bersama teman-teman di daycare. ketika bermain, harus mau bergantian dalam menggunakan mainan yang tersedia. ketika memiliki makanan (bekal) pun saling berbagi bersama teman.

Mengaji Metode Tilawati
Mengaji Metode Tilawati

anak-anak daycare juga belajar untuk mengikuti peraturan yang ada, sehingga terlatih kedisiplinannya. jadwal untuk mandi, makan, bermain, TPQ serta tidur sudah diatur bersama. mungkin sebagian orang tua merasa khawatir dengan ritme daycare yang jauh berbeda dengan ritme dirumah. kadang ada yang merasa tidak tega jika anaknya berada dalam pengasuhan daycare. yakinlah bunda.. bahwa anak-anak kita cerdas, mampu belajar dan beradaptasi dengan baik. Insya allah jika bunda dan juga ayah sudah memiliki tekad yang bulat untuk ‘menyekolahkan’ ananda di daycare, segala rintangan dan hambatan akan teratasi.

saya pribadi sering membayangkan tentang WNI yang tinggal diluar negeri. disana tentu tidak mudah mendapatkan asisten rumah tangga. Upah kerja yang tinggi serta ketersediaan sdm ART yang mungkin tidak ada, membuat ibu-ibu WNI yang tinggal di luar negeri berjuang sendiri. Jika ia harus kuliah atau bekerja dengan memiliki anak balita, kebanyakan anak-anak mereka dimasukkan daycare. Untuk urusan rumah tangga pun, mereka mengerjakan sendiri. Kita yang masih tinggal di Indonesia mungkin bisa belajar dari pola hidup diluar sana yang serba mandiri. Insya allah kemudahan dan keberkahan akan menyertai kita semua untuk kebaikan anak-anak Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *