Pilihan pengasuhan anak apabila Ibu bekerja

Home / Artikel / Pilihan pengasuhan anak apabila Ibu bekerja
Makan Bersama Teman
Makan Bersama Teman

Sebagai seorang perempuan dewasa yang telah menyandang status sebagai istri kemudian menjadi ibu sungguhlah luar biasa. Hadirnya seorang anak, bagi ibu menjadi skenario hidup yang lebih berwarna. Terkhusus ibu yang juga memiliki peran ganda untuk bekerja di luar rumah, kadangkala hadirnya anak menjadi dilema karena ada tugas pengasuhan yang harus ditunaikan.

Bagi ayah-bunda yang masih tinggal bersama orang tua, ataupun lokasi tempat tinggal berdekatan dengan orang tua, menitipkan anak pada orang tua (kakek & nenek/kanek) bisa menjadi solusi. Apalgi bila kakek sudah tidak bekerja lagi(pensiun) atau memamg bekerja di rumah. Kalaupun tidak sepenuhnya membebankan pengasuhan anak pada kanek, biasanya ada tenaga pengasuh/asisten rumah tangga(ART) yang turut membantu. Tapi di sisi lain, bila seorang anak lebih banyak bersama kanek akan cenderung manja, karena kanek tidak ingin membuat cucunya “menangis”, sehingga apapun yang diinginkan cucunya akan cenderung lebih dipenuhi oleh kanek. Akhirnya ada konsekuensi perbedaan pola asuh antara kanek dengan ayah-bunda. Apabila perbedaan pola asuh ini terlalu tajam, akan berdampak negatif pada anak. Anak akan cenderung lebih dekat atau lebih patuh pada kanek daripada ayah-bundanya. Padahal yang lebih bertanggung jawab atas perkembangan anak adalah orang tua sendiri.

Di lain sisi, bila tempat tinggal berjauhan dengan kanek, misalnya diluar kota ataupun kanek tidak dapat membantu dalam pengasuhan anak, ada pilihan untuk mencari tenaga pengasuh atau ART sekaligus mengasuh anak. Kendalanya, di era sekarang, tak mudah kita mendapatkan ART ataupun pengasuh yang sesuai di saat ayah bunda benar-benar mendesak membutuhkan mitra pengasuhan.

Ada satu lagi alternatif dalam membantu tugas pengasuhan anak, yakni melalui lembaga daycare, atau biasa dikenal dengan istilah tempat penitipan ank. Dewa sa ini, daycare menjadi trend sebagai mitra pengasuhananak. Pada lembaga daycare ini, selain diberikan perawatan, anak juga distimulasi tumbuh kembangnya sesuai dengan usianya. Rata-rata para pengelola daycare  memiliki concern terhadap perkembangan anak, entah dari pendidikan, kesehatan maupun kejiwaannya. Anak-anak yang berada di daycare akan belajar mandiri, mampu bersosialisasi, terasah kemampuan kognitif,efektif dan psikomotoriknya. Namun tumbuh kembang anak daycare tidak serta-merta karena pengaruh daycare seutuhnya. Bagaimananpun juga, peran orang tua jauh lebih utama dalam mempengaruhi tumbuh-kembang anak. Daycare menjadi mitra orang tua dalam menjaga anak-anak di saat ayah-bunda bekerja. Selebihnya orangtualah yang memiliki kewajiban untuk membentuk karakter anak dan bertanggung jawab atas kondisi pertumbuhan kesehatan anak.

Diantara tiga alternatif mitra pengasuhan anak yang telah dipaparkan diatas, silakan ayah-bunda pilih mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan anak dan juga kesepakatan ayah-bunda sebagai penentu kebijakan atas amanah anak yang telah Tuhan delegasikan pada kita. Semoga kelak anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal meskipun bunda bekerja di luar rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *